![]() |
| Dictio.id |
Teori/ Konsep Ekologi Manusia
- Ekologi manusia: kajian multi atau inter disiplin yang mengkaji hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan hdiupnya, dengan cara menelaah dari sudut ekologi, biologi, antropologi, sosiologi, geoografi, teknik, dan konservasi.
- Ekologi manusia: interaksi antara individu, populasi, dan komunitas manusia (Homo sapiens sapiens), beserta sistem sosial dan kebudayaannya, denganlingkungan hidupnya (fisik dan lingkungan sosial)
- Konsep Adaptasi
Proses penyesuaian diri indiviudu organisme, populasi atau komunitas terhadap lingkunga hidupnya. Semakin besar kemampuan adaptasinya semakin besar pula eksistensinya dalam sutau habitat (Soemarwoto 1999). Manusia memiliki daya adaptasi paling tinggi dibanding organisme lain. - Teori Ekologi Budaya (Steward 1968)
Adaptasi masyarakat pada lingkungan hidupnya hanya berlangsung pada unsur-unsur tertentu dari kebudayaan, yakni teknologi eksploutasi sumber daya alam, pipulasi penduduk, ekonomi dan organisasi sosial. Unsur-unsur kebudayaan ini disebut sebagai inti budaya (culture core). - Model POET (Micklin & Poston 2013)
Model studi ekologi manusia dengan fokus mempelajari antar empat komponen penting: Population, Organization, Environment, Technology (POET).
Aspek-aspek Penting POET
Population
- Bentuk/jenis aktivitas sesuai jender, usia, dan lapisan sosial
- Jumlah penduduk, kepadatan penduduk, dan dinamika mobilitas penduduk, misal migrasi harian, musiaman
- Sistem-sistem nafkah bagi penghidupannya
Social Organization
- Bentuk-bentuk organisasi sosial/ kelembagaan pertanian, pertanahan, air, dan sebagainya
- Pola mekanisme pengelolaan/ pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan: sistem administrasi, kebijakan dan tata pengaturannya, birokrasi
- Sistem nilai kultural (apresiasi) terhadap lingkungan
- Kerja sama, ketegangan, dan konflik-konflik yang berlangsung
Technology
- Bentuk dan aplikasi teknologi pertanian --> sperti apa?
- Penggunaan energi --> berbasis fosil atau sumber energi terbarukan
- Teknologi pengolah limbah --> seberapa efektif bekerja?
- Sistem transportasi --> polusi? boros energi?
Environment (Natural Resources)
- Sumber daya alam (SDA) --> tanah, vegetasi air, hutan, udara, lautan
Mengapa Kita Perlu Mempelajari Ekologi Manusia?
- Proses transformasi sosial (pembangunan) tidak pernah dapat terlepas dari konteks ekologis (ecological setting)
- Bumi makin terbatas kemampuannya dalam memasok energi dan materi kepad makhluk hidup di dunia, sehingga Carrying Capacity melemah, akibatnya pilihan untuk membina kehidupan (livelihood system) makin terbatas
- Ruang-kehidupan (habitat dan niche) semakin terbatas, sementara populasi manusia terus meningkat secara tak terkendali (jumlah penduduk bumi telah mencapai lebih dari 7 milyar)
- Segolongan masyarakat memiliki tingkat konsumsi yang tinggi, sementara golongan yang lain amat terbatas (miskin). Intensias konflik perebutan/askses sumber daya alam (energi dan amteri) meningkat.
Transformasi Sosial ke Depan
- Memperhitungkan kembali seberapa besar kapastas bumi (biosfer) yang dapat menopang kehidupan di masa depan
- Ekologi Manusia sebagai landasan dan pendekatan untuk tranformasi sosial
Penyakit, Ekologi, dan Budaya
- Penyakit berjangkit di dlam konteks ekologis & penyakit berada di bawah tekanan evolusioner
- Perilaku budaya mengubah keterhubungan anara tuan rumah (host) dengan pembawa-penyakit (agent)
- Perilaku manusia berperan besar di dalam proses sebab-akibat dari penyakit, terutama kategori penyakit menular
Tindakan dan gaya hidup manusia (kemiskinan, kemakmuran, diskriminasi jasa kesehatan, dan sebagainya) termasuk mengubah lingkungannya (kekumuhan, irigasi, introduksi organisme baru, dan sebaginya) telah memfasilitasi maupun menghambat penyakit.
Penyakit memiliki strategi adaptasi untuk survival dan reproduksi. Bagi organisme penyakit, manusia adalah "environment" tempat hidup dan ber-reproduksi.
Penyebab Covid-19: Perubahan Lingkungan Hidup
1. Perubahan lingkungan global
- Perubahan iklim
- Degradasi global keanekaragaman hayati (kehati)
- Degradasi sumber daya air
2. Perubahan lingkungan lokal
- Pencemaran udaara
- Pencemaran air, pesisir, dan laut
- Degradasi hutan
- Banjir, erosi, longsor
Pandemi Covid-19 Perubahan Iklim
- Pandemi Covid-19 membekukan kehidupan manusia
- Pandemi Covid-19 membawa pembelajaran, kita berada di ambang situasi ketidak-berlanjutan. Peradaban harus di 'Reset'
- Ekonomi pasca Covid-19 menyerap tenaga kerja, mendorong ketahanan ekonomi (economic resilliency), ketahanan lingkungan (enviromental resiliency) dan kohesi sosial budaya.
- Timbul kesadaran global, ekonomi pasca Covid-19 harus dipandang sebagai transisi menuju Less/low Carbon Development harus dimulai
- Mengatasi Covid-19n simultan dengan pengendalian perubahan iklim
Kesamaan Covdi-19 & Perubahan Iklim (Pinner et al., 2020)
- Physical Shocks (beda signifikan dengan Financial Shocks)
- Sistemik
- Non-stationary (terus bergerak)
- Non-linear (tidak dapat diduga)
- Risk multiplier (pengganda risiko)
- Regressive (pengaruh menyebar tidak merata, kelompok rentan yang paling peka terkena)
- Keduanya membutuhkan perubahan fundamental dari yang semula berorientasi pada sistem kinerja yang berjangka pendek ke sistem ketahanan jangka panjang (long term resiliency)
- Tragedy of the common (tragedi bersama)
Perubahan Covid-19 & Perubahan Iklim (Pinner et al., 2020)
- Pandemi Covid-19
- Bahaya sangat nyata, diskrit, dan langsung mengancam survival
- Terukur menurut hari, minggu, bulan, dan tahun
- Risiko penularan (contagion risk) - Perubahan Iklim
- Gradual, kumulatif, dan tingkat bahaya yag timbul berbeda-ebda menurut ruang dan waktu
- Terukur dalam tahun, dekade, dan abad
- Risiko akumulasi (accumulation risk)
Materi ini diambil pada mata kuliah Ekologi Manusia, SKPM, FEMA, IPB University sebagai bahan belajar penulis dalam menghadapi UTS.





