![]() |
| Lekaspinjam.id saat melakukan donasi di Yayasan Mi'raj Mulia. (Lekaspinjam.id/instagram) |
Ibarat.id - Satu tahun yang lalu saya menemukan sosok mahasiswi yang menurut saya sangat inspiratif dalam dunia literasi. Dia peduli literasi bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk lingkungan sekitar. Mahasiswi itu bernama Nikita Syecilia, seorang pegiat literasi yang kuliah mengambil program studi Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM) di IPB University.
Nikita, sapaan saya padanya, adalah orang yang
hobi membaca buku. Sempat saya bertanya ketika main ke lapak taman bacanya soal
sejak kapan hobi membaca buku. Ternyata dia sejak kecil sudah hobi membaca
buku. Hingga kini masih terus mengembangkan dunia literasinya yang berawal dari
hobi membaca buku itu.
Oh iya, dia adalah Ibu Asuh Lekas Pinjam. Apa itu
Lekas Pinjam? Lekas Pinjam adalah perpustakaan online yang
diinisiasinya sejak satu tahun yang lalu. Ia memanfaatkan media sosial untuk
menjadi platform literasi. Buku-buku yang dimilikinya dipinjamkan ke
banyak orang melalui akun instagram @lekaspinjam.id. Tak hanya itu, Lekas
Pinjam juga hadir secara offline. Biasanya buka lapak baca (ngampar buku) di
taman-taman, seperti Taman Sempur dan Taman Kencana Bogor yang pernah
dilakukannya.
Saya tau betul bagaimana dia membangun Lekas
Pinjam ini. Saya telah memperhatikan sejak awal didirikannya Lekas Pinjam.
Kebetulan pada tahun yang sama, saya juga mendirikan Gubahan Anak Bangsa. Ya,
tujuannya hampir sama, namun kemasannya berbeda. Kalau Lekas Pinjam lebih ke platform
literasi, peminjaman buku, pelatihan literasi, donasi buku, dan lapak
buku, sedangkan Gubahan Anak Bangsa lebih ke komunitas dan platform
menuangkan karya literasinya.
Sempat ingin berkolaborasi, tapi hingga kini
belum terwujud. Ya, semoga saja bisa berkolaborasi untuk memajukan literasi di
Indonesia.
Dulu saat awal didirikannya Lekas Pinjam yang
meminjamkan buku secara gratis melalui instagram, Nikita bolak-balik ke asrama,
CCR – kelas tingkat 1 di IPB University – dan tempat lainnya yang ada di
kampus. Untuk apa? Untuk mengirimkan bukunya ke orang yang pinjam. Saya amati,
dia tak pernah lelah dalam melakukan aktivitas itu. Bahkan, ketika ke kelas pun
dia bawa buku banyak, tentunya buku itu untuk dipinjamkan ke mahasiswa lainnya.
Pernah saya juga meminjam buku dari Lekas Pinjam
berjudul Tanah Seberang. Sebelumnya saya ingin buku motivasi, tetapi saya
direkomendasikan untuk membaca buku Tanah Seberang. Yowes, saya
meminjam buku itu.
Kurang lebih satu bulan buku itu saya pinjam.
Kemudian, saya kembalikan. Semenjak itu, saya belum pinjam lagi buku dari Lekas
Pinjam. Soalnya buku yang saya inginkan masih dipinjam terus oleh orang lain.
Hehe...
Selain aktivitas meminjamkan buku secara gratis,
Lekas Pinjam di setiap weekend-nya mengadakan ngampar buku. Ngampar
buku ini biasanya di tempat-tempat umum, seperti Taman Sempur dan Taman Kencana
Bogor – seperti yang sudah saya ceritakan di awal.
Beberapa kali saya ingin ke lapak bukunya Nikita.
Namun, saya sering bentrok dengan agenda di hari weekend. Padahal saya
ingin sekali ke lapak bukunya Lekas Pinjam, tapi ada saja kegiatan lain di setiap Sabtu dan Ahad itu.
Suatu ketika saya menyempatkan hadir. Kebetulan
ada kumpul jurnalis Sakti News – Kominfo Kwarcab Kabupaten Bogor di
periode tahun lalu, sekarang menjadi tim Komunikasi dan Informasi Kwarcab
Kabupaten Bogor – juga di Taman Sempur. Saya hubungi Nikita dan alhamdulillah-nya
dia ada agenda ngampar buku juga di Taman Sempur.
![]() |
| Lekaspinjam.id/instagram |
Saya ke sana, ketemu dengan Nikita dan timnya. Di sana banyak orang yang mengunjungi lapak buku Lekas Pinjam. Mulai dari anak-anak hingga orang tua ramai mengunjungi lapak buku Lekas Pinjam. Buku-buku yang disediakan cukup banyak dan menarik. Katanya buku itu adalah koleksi pribadi Nikita. "Keren ya bisa koleksi buku sebanyak itu," pikir saya seketika. Seiring berkembangnya Lekas Pinjam, donatur mulai berdatangan menyumbangkan buku.
Di hari itu, lupa lagi tepatnya ya, saya minta
izin ke Nikita untuk membuat artikel tentang Lekas Pinjam. Saya tanya-tanya ke
Nikita tentang platform ini. Mulai dari latar belakangnya, tujuannya,
kegiatannya, hingga rencana ke depannya. Saya juga mewawancarai salah satu pengunjung,
ternyata dia adalah dosen di salah satu perguruan tinggi dan sangat menyukai
adanya Lekas Pinjam ini.
Setelah tanya-tanya lebih dalam tentang Lekas
Pinjam. Saya minta izin untuk memublikasikan. Saya enggak bilang mau
dipublikasikan di mana, tapi saya minta doanya saja supaya bisa dimuat di Radar
Bogor.
Singkat cerita, hasil wawancara itu telah saya
buat ke dalam tulisan. Saya coba kirim ke Radar Bogor saat itu juga.
Alhasil, tulisan itu berhasil dimuat. Kemudian saya informasikan ke Nikita
bahwa Lekas Pinjam ada di Radar Bogor
versi cetak.
Pikir saya, mungkin saat itu Lekas Pinjam pertama
kali di-publish di media, tapi kurang tau juga, yang penting saya
senang bisa memublikasikannya.
Setelah itu, saya mulai jarang kepoin
Lekas Pinjam. Tak kerasa, 3 Oktober 2020 kemarin adalah hari ulang
tahun Lekas Pinjam yang ke-1. Saya dapat kabar bahwa Lekas Pinjam akan berdonasi buku ke
Yayasan Mi’raj Mulia, salah satu yayasan di Cibinong, Bogor. Tadinya saya mau
ke sana untuk meliput, tapi ternyata ada aktivitas lain yang tidak bisa
ditinggalkan. Alhasil, saya tidak bisa hadir di sana. Padahal saya ingin
bertemu lagi dengan tim Lekas Pinjam. Dapat kabar, sekarang timnya sudah
bertambah, alhamdulillah.
Saya kemudian kirimkan beberapa pertanyaan kepada
Nikita untuk dijawab. Pertanyaan itu menjadi bahan tulisan Lekas Pinjam kedua
yang ditulis oleh saya. Singkat cerita, Nikita kirim jawabannya, kemudian saya jadikan
tulisan dan memintanya untuk dicek sebelum dipublikasikan.
Setelah disetujui oleh Nikita, saya coba kirimkan ke Radar Bogor. Alhamdulillah beberapa jam kemudian artikel itu naik di Radarbogor.id. Silakan cek artikelnya di sini. Selain di Radarbogor.id, artikel juga naik di Indonesiana.id - sebuah platform nulis yang dibuat oleh Tempo.co. Tentunya dengan tulisan yang berbeda, tapi konteksnya asma. Artikelnya ada di sini.
Saya, Muhamad Husni Tamami, sangat senang bisa
berkenalan dengan mahasiswi Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat itu,
terlebih pada Lekas Pinjamnya. Ide dan inovasi di bidang literasi sangat luar
biasa. Semoga Lekas Pinjam terus “membumi dan mendunia” seperti tagline
fakultasnya, yakni Fakultas Ekologi Manusia, IPB University.
Lekas Pinjam menjadi suatu jembatan untuk meningkatkan literasi di Indonesia, khususnya literasi di pelosok-pelosok negeri. Ke depan, Lekas Pinjam akan terus berkarya dan berinovasi di bidang literasi. Saat ini Lekas Pinjam sedang campaign "Baca dari Rumah". Yuk membaca untuk menambah wawasan kita.
Ini adalah suatu contoh positif yang bisa kita tiru. Nikita membuat inovasi ini tentunya punya iktikad baik untuk membangun dan menjayakan kembali literasi di Indonesia. Dia berangkat dari permasalahan di Indonesia yang kini berupaya untuk mengatasinya. Setidaknya Lekas Pinjam menjadi salah satu bagian dari kelompok yang peduli terhadap literasi di Indonsia.
Pastinya selain Lekas Pinjam masih banyak kelompok/ komunitas/ organisasi lain yang bergerak di bidang literasi. Dari saya, semangat selalu dan semoga langkah-langkah positifnya dapat menjadi amal kebaikan yang akan dibalas oleh-Nya. Semangat untuk terus berkarya dan berinovasi guna mewujudkan Indonesia maju dari berbagai sisi. (MHT)






